Family
Memberi Teladan dan Aktivitas Menarik Supaya Anak Senang Di Rumah

10 Jun 2020


Foto: Pexels
 
New Normal sudah di depan mata, aktivitas kerja maupun fasilitas transportasi sudah mulai kembali berjalan meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada pekan ketiga Juli 2020. Namun bukan berarti kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan masih mengkaji model pembelajaran yang tepat pada kondisi pandemi.

Dengan demikian, anak-anak usia sekolah masih harus belajar dari rumah di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini harus jadi perhatian orang tua, jangan sampai anak-anak merasakan stres atau jenuh karena harus berdiam di rumah sangat lama. Cara mengatasinya harus dimulai dari orang tua. Jangan panik dan stres menghadapi berbagai masalah atau hal baru di masa new normal.

“Anak-anak sangat tergantung pada ketenangan orang tua. Sifat cool orang tua menjadi dibutuhkan karena anak-anak akan meniru perilaku orang tua. Kegelisahan Anda akan dirasakan anak-anak meskipun mereka tampak cuek. Mereka akan meniru bagaimana orang tua bersikap sehari-hari,” terang Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus founder dan CEO Personal Growth.

Tidak kalah penting ajak anak melakukan aktivitas bersama di rumah selain belajar. Kesibukan yang berbeda akan meredakan rasa jenuh pada anak. Ada banyak kegiatan di rumah yang bisa dilakukan bersama-sama. Di antaranya berkebun bersama anak-anak. “Berada di ruang lingkup terbatas bukan berarti kita mati gaya. Kita bisa berkebun bersama anak-anak. Bahkan kalau tidak punya lahan yang luas, kita tetap bisa mengajak serta anak-anak melakukan urban farming,” jelasnya.

Alternatif lain, Anda bisa mengajak anak memasak bersama. Supaya lebih menarik, berkreasilah dengan menu jajanan yang biasa dikonsumsi anak di sekolah, namun dengan bahan baku yang lebih bergizi. Contohnya bakso, siomay, atau kue cubit. Dengan demikian, kreativitas dan kemampuan anak pun bisa ditingkatkan. “Anak saya sekarang jadi bisa membuat pasta sendiri. Memang sejak pandemi justru banyak orang jadi punya kekmampuan baru, termasuk memasak. Saya menyebutnya covid got talent,” ujar Ratih tertawa.

Masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan bersama anak seperti berolahraga atau bahkan membersihkan rumah. Kita harus kreatif menciptakan kegiatan yang menyenangkan bagi keluarga. “Kita bisa tetap bahagia dan sehat secara mental dalam ruang lingkup terbatas, asalkan mau mengusahakannya,” ungkap Ratih. (f)
 


BACA JUGA:
Imunisasi Anak Jangan Ditunda. Ini yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Pergi Imunisasi Anak
Kebutuhan Zat Besi Meningkat, Alasan Anak Perlu MPASI Sejak Usia 6 Bulan
Skenario New Normal, Ajarkan Anak Empati dan Optimisme
 
 

 


Topic

#newnormal, #kesehatanmental, #aktivitaskeluarga

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?