Family
Mengenal Keterampilan 5C Pada Anak dan Cara Mengasahnya

16 Jul 2020


Foto: Pexels

 
Memasuki abad ke-21, ada banyak perubahan yang terjadi secara global. Muncul profesi ataupun karier baru yang sebelumnya tidak ada di masa lalu. Karena itu, anak-anak harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan zamannya. Salah satu keterampilan yang harus diasah adalah 5C, yaitu critical thinking, communication, collaboration, creativity, dan character.

“Keterampilan 5C sangat penting bagi siswa untuk mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi pada kehidupan di abad-21 yang membawa tantangan yang berbeda dari yang kita hadapi sekarang. Keterampilan ini perlu diterapkan melalui proses pendidikan, oleh sebab itu guru perlu berlatih keterampilan 5C untuk agar mampu mengajar dan memodelkan kepada siswanya,” jelas Itje Chodidjah, anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M).
 
Pembelajaran jarak jauh telah menjadi sebuah kegiatan yang tidak asing bagi para siswa selama pandemi COVID-19. Meskipun kini segelintir sekolah di zona hijau sudah mulai melakukan kegiatan belajar mengajar, pada umumnya para pelajar masih harus melakukan kegiatan belajar jarak jauh.
 
Membimbing anak belajar di rumah membuka kesempatan bagi para orang tua untuk turut mengasah keterampilan 5C pada anak. Mengajarkan keterampilan 5C bukan hanya menjadi tanggungjawab lembaga pendidikan tetapi juga orang tua, terlebih di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
 
Berikut ini adalah kiat untuk mengasah keterampilan 5C saat membimbing anak belajar di rumah.
 
1. Jangan lupa memberikan waktu istirahat dan mengajak anak meregangkan tubuh agar tetap bugar.
 
2. Mengajak anak untuk mengutarakan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pendapatnya, termasuk menceritakan tantangan yang dihadapi selama pembelajaran jarak jauh.
 
3. Sesekali ajak anak untuk memilih permainan baru atau mengubah aturan permainan untuk mengasah kreativitasnya.
 
4. Sejak usia dini, ajari anak 3 kata emas, yaitu: “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Juga jelaskan kepada anak kapan dan mengapa menggunakan ungkapan-ungkapan itu.
 
5. Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang topik hangat atau tren terkini.

Diskusikan setiap hari selama 30 hingga 60 menit bersama anak. Ini berfungsi untuk mengajaknya berpartisipasi aktif dalam diskusi dan mengetahui tentang apa yang terjadi di sekitar mereka.
 
6. Berikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah di luar jam belajar jarak jauh, misalnya dengan TikTok Sharing, Video Chat, Instagram Live, dan sebagainya.
 
7. Pastikan anak berpakaian rapi saat berinteraksi menggunakan video.
 
8. Orang tua menceritakan pengalaman yang dilalui hari ini dan tanyakan pendapat anak.
 
9. Tunjukkan pada anak tentang kebaikan, apa artinya dan mengapa kita perlu melakukannya.
 
Perlihatkan kepadanya bahwa kebaikan dapat diberikan bahkan tanpa pertemuan tatap muka, seperti berbagi kata-kata yang mendorong dan positif kepada teman-teman, membeli makanan tambahan untuk petugas pengiriman makanan, membuat kampanye via media sosial dengan teman sekelas, dan lain-lain.
 
10. Jangan memanjakan anak dengan kehidupan yang terlalu mudah.

Tunjukkan kepada anak bahwa ketika dia membutuhkan sesuatu, dia perlu berusaha untuk mendapatkannya. Misalnya, ketika ingin meminjam sepatu bola saudara laki-lakinya, maka ia harus tahu cara bertanya atau bahkan bernegosiasi dengan saudaranya; atau bagaimana membuat teman sekelas setuju untuk bekerja sama dalam proyek sekolah.(f)
 



BACA JUGA:
Tip Anti Stres Saat Mendadak Jadi Guru di Rumah
Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak Selama #dirumahaja
4 Cara Membuat Anak Fokus Belajar Di Rumah

 

 


Topic

#newnormal, #5C, #WFH, #pembelajaranjarakjauh

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?