Health & Diet
Beradaptasi Dengan Krisis COVID-19 Tidaklah Sulit, Mengapa?

3 Jun 2020


Foto: Unsplash

 
Sejak COVID-19 melanda, kita dituntut untuk banyak beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam hidup. Mulai dari pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), work from home, social distancing, hingga new normal yang belum lama ini diwacanakan pemerintah.

Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus founder dan CEO Personal Growth menilai bahwa perubahan dalam hidup adalah hal wajar. Karena itu sebaiknya kita bisa lebih santai menghadapi permasalahan yang ada. Setiap manusia telah dikaruniai Tuhan daya tahan atau resilience, yaitu kemampuan untuk memulihkan diri-sendiri dari luka hati.

“Setiap orang memiliki keluwesannya sendiri untuk bisa menyesuaikan diri dengan apapun yang terjadi dalam hidupnya. Namun kita punya kecendrungan untuk lebay atau berlebihan menanggapi sebuah situasi. Kita mendramatisasi sesuatu yang tidak kita miliki. Kita menginginkan apa yang tidak kita miliki. Lalu saat persoalan datang, mulai dari yang ringan hingga berat, kita terkunci di dalamnya. Itu yang menurut saya berlebihan,” jelas Ratih dalam IG Live dengan @feminamagazine bertajuk Setelah PSBB, Lalu Apa? pada Senin, 1 Juni 2020. 

Menurut Ratih ada dua faktor yang mempengaruhi kemampuan adaptasi seseorang. Pertama, adversity quotient (AQ), yaitu kecerdasan untuk beradaptasi dengan situasi apapun, termasuk situasi kurang menyenangkan. Kedua, keberadaan support system, yang mencakup keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat.

Rasa takut yang timbul karena pandemi COVID-19 adalah wajar, namun Ratih mengingatkan agar jangan tenggelam dalam ketakutan itu. Segeralah beradaptasi dan menerima perubahan. “We are in this together. Kita menghadapi masalah yang sama. Karena itu kita hadapi masalah ini bersama-sama walaupun kita berada di sekoci yang berbeda-beda,” ujarnya.

Di samping itu, ia yakin tidak ada sesuatu yang abadi di bumi, termasuk krisis COVID-19. Cepat atau lambat kita akan menghadapi hari baru yang lebih baik. “Kita harus bertahan menghadapi situasi ini. Kita sama-sama sedang menuju masa depan yang bisa kita rencanakan dari sekarang,” ucap Ratih. (f)

 
BACA JUGA:
Cara Mengatasi Stres Akibat Pandemi COVID-19? Berolahragalah
Pentingnya Hobi Demi Kesehatan Mental
Wanita Lebih Rentan Cemas Daripada Pria, Mengapa?

 
 
 
 


Topic

#mentalhealth, #kesehatanmental, #adaptasi , #newnormal, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?