Health & Diet
Jangan Sampai Terlambat, Ternyata Begini Efek Jangka Panjang DBD

15 Jun 2024

Waktu tak bisa diulang; jaga si kecil agar tidak kena DBD, karena punya efek jangka panjang. Foto ilustrasi: JTBC (The Atypical Family)
 
Jangan remehkan Demam Berdarah Dengue (DBD); mari kita simak angka dan fakta seputar penyakit mematikan ini.

The European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyebut, Indonesia berada di posisi keempat kasus demam berdarah terbanyak dengan jumlah 125.888 kasus. Dan berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), tahun 2022 tercatat sebanyak 131.265 kasus DBD dengan angka kematian 1.183 orang.

Tahun ini, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI mencatat, per 1 Maret 2024 terdapat hampir 16.000 kasus DBD di 213 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan 124 kematian.

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala DBD muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk pembawa virus.  

Perjalanan infeksi DBD memiliki tiga fase, yaitu demam, kritis, dan penyembuhan. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa DBD dapat meninggalkan efek jangka panjang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Apa saja, sih?

Kelelahan berkepanjangan 

Banyak pasien melaporkan kelelahan berkepanjangan setelah sembuh dari DBD. Berdasarkan catatan dalam Saudi Journal of Medical and Pharmaceutical Science, gejala Post Dengue Fatigue Syndrome (PDFS) adalah hal yang umum terjadi pada pasien DBD pasca penyembuhan. Terlebih pada orang dengan masa kritis yang akut, PDFS dapat berlangsung beberapa minggu hingga pulih total.

Kerusakan organ 

Dilansir dari lama web Siloam Hospital, kasus DBD yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ seperti hati dan jantung.  

Gangguan sistem imun 

Infeksi dengue juga diketahui dapat melemahkan sistem imun dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi lain. Pasien yang baru pulih dari DBD berisiko lebih mudah terinfeksi penyakit lain.

Masalah mental dan psikologis 

Menurut International Journal of Mental Health Systems, pasien yang pernah mengalami DBD berisiko mengalami gejala depresi, kecemasan, gangguan mood, dan stres yang lebih tinggi. Beberapa rumah sakit di luar negeri bahkan memasukkan layanan konseling bagi mantan pasien DBD.

Arthralgia dan myalgia 

Nyeri sendi (arthralgia) dan nyeri otot (myalgia) merupakan gejala umum selama DBD yang dapat berlanjut setelah fase akut berlalu. Ini bisa menjadi masalah kronis yang mempengaruhi mobilitas dan kenyamanan pasien kelak kemudian hari.

Baca juga:
Bersepeda Menjaga Kesehatan Mental, Lakukan 5 Tips Ini!
Broken Heart Syndrome, Bukan Sembarang Patah Hati
Kekurangan Vitamin C Sebabkan Anak Mudah Lelah dan Lesu
 

Ghina Athaya


Topic

#demamberdarahdengue, #efekjangkapanjangDBD, #DBD

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?