Health & Diet
Rahasia Diet Sederhana Demi Tubuh Ideal dan Kesehatan

5 Jun 2020


Foto: Pexels
 

Bersiap kembali beraktivitas seperti semula setelah dua bulan lebih beraktivitas di rumah aja, tapi nggak pede karena berat badan justru bertambah? Bisa jadi work from home telah membuat Anda malas olahraga dan justru banyak makan camilan. Padahal, kekebalan tubuh sangat penting di masa pandemi yang belum sepenuhnya usai ini dan obesitas berisiko menurunkan kekebalan tubuh hingga rentan penyakit kronis.

“Kalau COVID-19 sudah dikatakan sebagai pandemi, sesungguhnya obesitas pun sudah menjadi  wabah. Obesitas adalah penyakit, bukan semata penampilan fisik,” jelas dr. Raissa Edwina Djuanda, Sp.GK, M.Gizi, dokter spesialis gizi klinik di RS Pondok Indah-Puri Indah.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, 30% penduduk Indonesia mengalami obesitas dan kelebihan berat badan, artinya sepertiga masyarakat Indonesia memiliki berat badan di atas ideal. Satu dari 5 pria mengalami kelebihan berat badan. Sementara satu dari 3 wanita memiliki berat badan berlebih.

“Diprediksi 5 tahun ke depan angka ini meningkat. Obesitas juga menurunkan sistem imun. Dalam kondisi saat ini yang diperlukan adalah menjaga sistem imunitas kita. Apalagi menjelang diberlakukan new normal.  Meskipun beraktivitas dengan menggunakan masker dan protokol kesehatan lainnya, tapi perlu diingat bahwa orang-orang dengan obesitas ternyata berisiko sistem imun nya turun,” jelas dr. Raissa dalam webinar dengan topik Menjaga Berat Badan Ideal.

Sesungguhnya rahasia diet sukses itu sederhana. Ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat. “Semua orang sudah tahu ini, tapi menjalankan niat itu yang sulit. Jadi memang niat yang harus dikuatkan,” kata dr. Raissa.
 
1/ Atur Pola Makan
Pola makan sehat harus memperhatikan 4 hal berikut; Apa yang kita makan? Kapan kita makan? Di mana kita makan? Bagaimana asupan makan kita?
“Untuk apa yang kita makan, contohnya adalah pilihan ayam goreng atau bakar. Meskipun sama-sama ayam, tapi kalorinya jelas berbeda,” ujarnya.

Untuk waktu makan, hindari makan mendekati waktu tidur. Perhatikan pula porsi makan. Anda boleh sering makan, namun dengan porsi yang sedikit.
Di mana kita makan ternyata sangat berpengaruh terhadap cara makan. Anda akan cendrung makan lebih banyak porsi dan kalori di luar rumah. “Di tahun 50-an makanan yang disajikan di restoran porsinya cenderung lebih sedikit dibandingkan porsi makanan restoran masa kini. Kini porsi hidangan restoran cukup besar dan banyak resto menawarkan porsi lebih besar hanya dengan menambah beberapa ribu rupiah. Ini mendorong orang makan lebih banyak,” jelas dr. Raissa.

Perhatikanlah asupan makanan. Jangan makan terlalu cepat atau terburu-buru. Pilih piring berukuran kecil supaya porsi makanan terkontrol. “Karbohidrat tetap diperlukan yaitu 3-4 porsi, sayur dan buah buahan minimal 5 porsi perhari, lauk pauk 2-4 porsi perhari. Batasi konsumsi gula dan garam.  Gula hanya boleh 4 sendok makan perhari, garam hanya 1 sendok teh perhari , dan minyak 5 sendok makan perhari. Minum air putih yang cukup,” ungkapnya.


Baca Selajutnya: 2/ Aktivitas Fisik
 


Topic

#newnormal, #obesitas, #imunitas, #kekebalantubuh, #beratideal, #dietsehat

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?