Money
Pandemi COVID-19 Menyebabkan Krisis Keuangan, Ini 5 Hal yang Harus Anda Lakukan

31 Jul 2020


Dok. Unsplash



Pandemi COVID-19 menyebabkan segala kekacauan. Beberapa dari kita harus ada yang dipotong gajinya atau bahkan di-PHK. Tak jarang pula yang menjalankan usaha, bisnisnya bergerak melambat yang menyebabkan kerugian besar. Tentu, krisis keuangan ini menyebabkan kecemasan bagi sebagian besar dari kita.

Di saat-saat mengalami hal ini ini, berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk bisa selamat dari krisis keuangan. 

 
1. Data pengeluaran
Buat perincian yang detail terhadap pengeluaran Anda selama ini. Mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar. Misal seperti biaya transportasi jika sudah mulai kerja di kantor, biaya makan, biaya asuransi kesehatan, biaya jaringan internet yang kian membengkak jika harus bekerja di rumah, investasi, hingga pengeluaran sekunder seperti hiburan. Kemudian periksa, apakah semua pengeluaran ini cukup dengan pemasukan yang saat ini Anda terima. 

Untuk memudahkan perincial pengeluaran Anda setiap hari, kini sudah banyak aplikasi-aplikasi yang tersebar di pasar aplikasi. Manfaatkan aplikasi tersebut agar tak ada perincian pengeluaran yang terlewatkan.

 
2. Kurangi pengeluaran untuk kebutuhan sekunder
Jika karena kondisi pandemi ini pemasukan Anda berkurang hingga 30%, artinya Anda harus berhemat. Selalu prioritaskan kewajiban utama dan kurangi anggaran untuk bersenang-senang. Misal, jika biasanya Anda memiliki kebiasaan untuk online shopping barang-barang yang tak dibutuhkan, maka sebaiknya kurangi jika memang barang tersebut tak mendesak harus dimiliki.  
 
3. Hindari pemakaian kartu kredit
Ketika isi dompet mengalami krisis, cobalah hindari pemakaian kartu kredit untuk berbagai alasan. Saat berbelanja kebutuhan sehari-hari pun, lebih baik menggunakan debit atau uang tunai.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya hal ini perlu dilakukan untuk menghindari utang di masa depan, yang belum tentu bisa Anda lunasi, mengingat pandemi COVID-19 masih berdampak signifikan terharap perekonomian negeri. Kartu kredit pun lebih baik digunakan untuk kebutuhan darurat, seperti biaya RS—itu pun jika tidak ditanggung asuransi.

 
4. Manfaatkan diskon
Saat butuh produk-produk tertentu, pastikan Anda membandingkan harga di beberapa e-commerce atau online shop. Siapa tahu, ada toko yang mengadakan sale atau menjual produk yang sama atau serupa dengan harga yang lebih murah.

Tentunya demi menghemat, pilihlah harga termurah dengan kualitas yang baik. Atau, Anda juga bisa manfaatkan promo buy 1 get 2. Siapa tahu Anda bisa menemukan teman yang juga tertarik membeli. Jadi, Anda hanya perlu membayar ½ harga.

 
5. Cari peluang lain
Di tengah krisis seperti sekarang ini, tentunya Anda wajib mencari pemasukan dari sumber lain. Apalagi, jika pemasukan sekarang tetap belum cukup untuk memenuhi kebiasaan sehari-hari.

Artinya, Anda juga harus pintar membagi waktu karena perhatian dan waktu tidak lagi hanya untuk satu pekerjaan. Jangan lupa juga untuk istirahat cukup agar kesehatan tidak terganggu. Jika sakit, Anda akan mengeluarkan uang untuk berobat yang tentunya menguras isi dompet! 
(f)



BACA JUGA :
Tiga Langkah untuk Persiapkan Dana Pensiun
Tipe Kepribadian Pengaruhi Pengaturan Keuangan, Anda Termasuk Si Hemat atau Si Boros?
7 Cara Memangkas Pengeluaran, Terutama Jika Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi COVID-19



 


Topic

#corona, #newnormal, #krisiskeuangan, #tipkeuangan

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?