Money
9 Cara Kreatif Bertahan di Tengah Krisis COVID-19 Bagi Industri Kecantikan

4 Sep 2020


Foto: Pexels
 

Saat ini masyarakat masih dihadapkan dengan perubahan serta dampak dari pandemi COVID-19, salah satunya dalam keberlangsungan kegiatan usaha. Industri kecantikan yang mengalami perkembangan serta menghadirkan potensi dan peluang lapangan kerja dalam beberapa tahun belakangan ini, menjadi salah satu sektor jasa yang terdampak khususnya bagi makeup artist dan hairstylist.

Dengan adanya regulasi pembatasan mobilitas, pekerjaan yang mengharuskan kontak langsung dengan pelanggan mengalami penurunan permintaan. 
Allyssa Hawadi merupakan salah satu makeup artist yang merasakan dampak dari COVID-19. Akan tetapi, Allyssa berpendapat selalu ada jalan keluar dari sebuah masalah.


“Sebagai profesi yang membutuhkan kontak langsung dengan orang lain, COVID-19 tentu menjadi sebuah rintangan bagi kami para pelaku industri kecantikan. Saya ingin memberikan pengetahuan yang saya miliki kepada teman-teman pemula di industri ini tentang bagaimana memulai maupun mempertahankan bisnis mereka di tengah masa pandemi,” ujarnya.

Berikut ini adalah sembilan cara Allyssa beradaptasi di situasi krisis COVID-19 sebagai pelaku industri kecantikan :

1. Mencari ilmu dan mengasah skill make up melalui platform yang sesuai
Pelajari dan tambah ilmu makeup atau hairdo terbaru yang belum dikuasai untuk memperluas skill yang dimiliki dengan mengikuti kelas atau diskusi online.

2. Memanfaatkan platform belanja online untuk melengkapi produk dan alat make up dengan promo dan kualitas terbaik
Temukan produk dan alat kecantikan dengan harga murah, lengkap, dan kualitas yang terbaik untuk melengkapi kebutuhan peralatan profesi Anda.

3. Mengetahui market dan tren yang sedang berlangsung
Ketahui tren make up atau hair do yang sedang diminati saat ini. Serta temukan target konsumen yang sesuai dengan make up atau hair do style yang dimiliki. 

4. Mencari peluang dan mempelajari channel pemasaran 
Pelajari dan temukan channel pemasaran dalam bentuk apapun, mulai dari sosial media, platform digital, fitur-fitur aplikasi dan kolaborasi untuk membuka peluang baru.

5. Rapikan platform yang dapat menjadi digital portfolio
Perkuat value dan online presence dengan merapikan platform sosial media yang menarik serta menghadirkan inisiatif yang engaging.

6. Share pengetahuan dan tingkatkan interaksi melalui platform digital
Ciptakan engagement dan bangun awareness melalui platform digital yang dimiliki seperti membuat kolaborasi dengan pihak lain maupun Live agar tercipta interaksi yang menarik.

7. Praktikkan protokol kesehatan yang aman dan sesuai
Terapkan protokol kesehatan untuk dirimu dan pelanggan seperti penggunaan masker, rajin mencuci tangan, hand sanitizer maupun pengecekan suhu untuk mengantisipasi penyebaran virus. 

8. Melakukan kolaborasi
Membuka diri dan mencari kesempatan untuk melakukan kolaborasi dengan hairstylist atau make up artist ataupun pihak luar untuk menciptakan sebuah konten dan inisiatif yang menarik dan bermanfaat.

9. Memperluas networking dengan bergabung dalam komunitas
Bergabunglah dengan komunitas untuk berdiskusi mengenai insight, menemukan peluang baru, serta memperkuat hubungan dengan orang-orang yang memiliki minat sama untuk memajukan industri kecantikan. 

Bagi Allyssa, masa krisis ini tidak menjadi alasan untuk menghentikan profesi, tetapi merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan bisnis kecantikan. “Terus bersemangat dan asah potensi yang kalian miliki!” tuturnya antusias.(f)



BACA JUGA:
70% Konsumen Asia Tenggara Akan Beralih ke Digital Pada Akhir 2020
Mengintip Peluang Usaha Masker di Masa Pandemi COVID-19
Kiat Mengolah Konten Produk di Media Sosial untuk Menarik Pelanggan

 

 



Topic

#bisnis, #kecantikan, #wanwir, #newnormal, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?