Money
Untung Berlipat Bisnis Logistik di Masa Pandemi

3 Oct 2020


Foto: Pixabay


Pandemi tak selamanya mematikan usaha bisnis. Salah satu industri yang tak hanya mampu bertahan di tengah pandemi tapi tumbuh signifikan adalah logistik. Hal ini tentu saja didukung tumbuhnya tren masyarakat untuk berbelanja melalui e-commerce, dan memanfaatkan jasa pengiriman paket sebagai solusi di tengah keterbatasan saat ini.

Menurut data dari RedSeer, penggunaan layanan e-commerce selama pandemi Covid-19 meningkat tajam sebanyak 69%. Imbasnya, berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia turut mencatat kenaikan volume pengiriman barang. Lion Parcel, sebagai salah satu pemain logistik di Indonesia misalnya mencatat kenaikan volume pengiriman selama pandemi (April - September 2020) sekitar 30,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Volume pengiriman barang yang terus meningkat bukan hanya berdampak bagi perusahaan namun juga memberikan ladang penghasilan baru bagi masyarakat di tengah pandemi. Selama masa pandemi tercatat lebih dari 800 mitra bergabung ke jaringan Lion Parcel setiap bulannya. Angka ini naik sebesar 100% dibanding kondisi normal sebelum pandemi, dengan rata-rata sebanyak 400 mitra yang bergabung setiap bulannya. Ini menjadi sinyal positif bahwa sektor logistik memiliki peluang yang menjanjikan di tengah pandemi ini,” ujar Cipto Laksono, Senior Manager NPOS Lion Parcel. 

Area Jabodetabek diungkapkan Lion Parcel masih memiliki potensi untuk bisnis logistik karena permintaan konsumen terhadap jasa pengiriman jarak jauh yang cepat sangat tinggi.

Selain Lion Parcel, ada juga Logisly, perusahaan teknologi rintisan bidang logistik Indonesia yang mencatatkan pencapaiannya di tengah pandemi Covid-19. Sejak beroperasi di awal April 2019, Logisly terus tumbuh sebagai platform untuk menjembatani perusahaan pengguna (shipper) dan penyedia jasa truk (transporter) dalam rute layanan seluruh Indonesia. "Fitur dan teknologi kami memudahkan pemilik barang untuk mendapatkan armada truk berkualitas yang dapat dilacak secara real time (live tracking), didukung dengan penggunaan dokumen digital disisi surat jalan dan invoicing,” kata Roolin Njotosetiadi, Co-Founder & CEO Logisly

Strategi diversifikasi industri telah membantu pertumbuhan Logisly di masa pandemi COVID-19. “Di mana memang ada beberapa sektor yang menurun, kami tetap menjalankan order dari sektor yang malah pengirimannya naik, misal kesehatan dan farmasi, di mana kami mengirimkan vaksin, hand sanitizer, masker, dan lain-lain,” ujar Roolin. Tentunya lonjakan permintaan jasa pengiriman ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan di tengah pandemi. (f)



Baca Juga: 
9 Cara Kreatif Bertahan di Tengah Krisis COVID-19 Bagi Industri Kecantikan
70% Konsumen Asia Tenggara Akan Beralih ke Digital Pada Akhir 2020
Jeli Melihat Peluang Ekspor untuk Wirausaha Pasca COVID-19


Faunda Liswijayanti


Topic

#bisnis, #covid19, #corona, #newnormal

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?