Trending Topic
5 Kebiasaan Baik Yang Harus Dipertahankan Selama New Normal

11 Jun 2020


Foto: Unsplash
 
Beberapa wilayah di Indonesia tengah mempersiapkan protokol normal baru (new normal). Jakarta misalnya, saat ini berada dalam masa transisi dari masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke new normal, suatu perubahan menuju aktivitas normal dengan penerapan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan COVID-19. 
 
Namun, sadar atau tidak, kita telah melewati batas waktu yang diperlukan untuk membangun kebiasan-kebiasaan baru selama pembatasan sosial ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diperlukan waktu 30 hingga 60 hari untuk membangun sebuah kebiasaan baru atau menghentikan kebiasaan buruk, secara sengaja maupun tidak. Artinya, hal-hal yang sudah atau belum kita lakukan sebelumnya akan menjadi kebiasaan baru dan semakin mudah untuk dilanjutkan. 
 
Setelah melalui masa isolasi, penting untuk diingat bahwa kita harus melindungi diri dengan tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dan gaya hidup sehat. Mari kita simak lima kebiasaan baik yang tetap perlu dilakukan untuk menghadapi new normal
 
 
1. Tetap menjaga jarak
 
Anda mungkin sadar terdapat beberapa tanda pada lantai pertokoan, trotoar, dan platform kereta di lingkungan kita. Tanda-tanda ini dibuat untuk tetap menjaga jarak aman guna menghindari penularan virus corona. Untuk itu, kita harus mematuhi peraturan baru tersebut saat memasuki masa new normal. Hal ini tidak hanya untuk melindungi diri sendiri tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar kita agar tetap aman, tentram, dan nyaman.
 
2. Menggunakan masker di ruang publik
 
Menggunakan masker saat ini telah menjadi sebuah keharusan ketika kita berada di luar rumah dan terpaksa tidak bisa menjaga jarak aman. Meskipun Anda merasa baik-baik saja, tetap dianjurkan untuk mengenakan masker ketika berada kurang dari satu meter dengan orang lain. Menggunakan masker membantu melindungi diri dari kontak langsung dengan droplet (cairan pernapasan atau air liur) orang lain.
 
Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementrian Kesehatan RI terdapat dua tipe masker antara lain, masker bedah dan masker kain. Masker bedah dirancang untuk pekerja medis atau mereka yang mempunyai risiko tertular lebih tinggi, sedangkan masker kain dapat digunakan masyarakat umum. Saat ini, masker kain hadir dengan desain yang cantik yang dapat disesuaikan menurut selera.
 
Namun, Anda tetap harus memperhatikan bahan yang digunakan masker tersebut. Masker yang terbuat dari campuran bahan katun dan chiffon atau katun dan sutra, dianggap efektif dalam menyaring cairan sisa pernapasan dan aerosol. Selain itu, satu masker hanya boleh digunakan oleh satu orang saja. Jadi, jangan pernah menggunakan masker secara bergantian dengan teman ataupun dengan keluarga. 
 


Lanjut ke halaman berikutnya.


 


Topic

#newnormal, #PSBB, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?