Trending Topic
Begini Protokol Kebiasaan Baru untuk Aktivitas Jual Beli di Pasar

14 Jun 2020


Foto: Pixabay


Dari hasil survei profil pasar tahun 2018, oleh Badan Pusat Statistik, atau BPS, ada lebih dari 14.000 pasar tradisional di Indonesia, atau sama dengan hampir 90% dari seluruh jenis pusat perdagangan yang ada di Indonesia. Namun di tengah pandemi COVID-19, pasar tradisional termasuk dalam kategori tempat yang rentan terjadinya penularan virus corona penyebab COVID-19.

Banyaknya orang yang datang dari segala penjuru kota, seringkali menjadikan pasar penuh sesak. Kebersihan yang kurang terjaga, serta standar sanitasi dan higienis yang belum ketat, membuat pasar menjadi tempat yang berisiko.

Menurut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau IKPPI, lebih dari 400 pedagang di 93 pasar tradisional telah terinfeksi COVID-19 menurut tes cepat yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pasar yang beradaptasi dengan kebiasaan baru. Dalam hal ini, pemerintah membuat aturan agar bagaimana masyarakat tidak terdampak COVID-19 dari faktor kesehatan maupun perekonomian. 

Berikut penjelasan dr Reisa Broto Asmoro, sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional tentang protokol aktivitas jual beli di pasar di masa kebiasaan baru ini.

1/ Selalu menggunakan masker atau face shield serta sarung tangan selama beraktivitas di pasar.

2/ Tidak menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut, ketika berdagang. 

3/ Tidak menaik turunkan masker dengan tangan yang kotor.

4/ Cuci tangan sesering mungkin memakai sabun.

5/ Pedagang yang diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli di pasar adalah mereka yang memiliki suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius. 

6/ Pemeriksaan suhu tubuh bagi para pedagang, wajib dilakukan sebelum pasar dibuka. 

7/ Orang dengan gangguan pernafasan seperti batuk, flu dianjurkan tidak masuk ke pasar.

8/ Pedagang wajib menjaga kebersihan masing-masing kios atau lapak dan sarana umum seperti toilet, tempat parkir dan tempat pembuangan sampah.

9/ Semua pedagan juga harus negatif COVID-19 yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes cepat menggunakan alat rapid test yang akan difasilitasi oleh pemerintah daerah.

10/ Jumlah pengunjung pasar juga dibatasi hingga 30 persen dari jumlah pengunjung sebelum pandemi COVID-19. Pengelola pasar harus mengawasi pergerakan pengunjung di pintu masuk dan pintu keluar pasar, guna mencegah terjadinya kerumunan pembeli serta membatasi jarak dengan pembeli, minimal satu setengah meter. 

11/ Pengelola pasar harus selalu menjaga kebersihan dengan menyemprot desinfektan secara berkala, setiap 2 hari sekali. 

12/ Pengelola wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun, atau minimal hand sanitizer di area pasar, dan toko swalayan. Pengunjung yang akan masuk ke pasar, diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

13/ Para pedagang juga wajib mengoptimalkan ruang bMenurut dr Reisa, penerapan kebiasaan baru di lingkungan pasar, supermarket dan tempat belanja retail lainnya sebenarnya tidak sulit dilakukan. "Kalau pasar kita sehat, masyarakat kita makin kuat, agar tetap semangat bersatu melawan COVID-19 sampai menang,” pungkas Dokter Reisa. (f)


Baca Juga: 
Saran dr Reisa Broto Asmoro untuk Mengurangi Risiko COVID-19 saat di Kendaraan Umum
5 Kebiasaan Baik Yang Harus Dipertahankan Selama New Normal
Menghadapi Fase 'New Normal', Perlukah Menggunakan Face Shield?


Faunda Liswijayanti


Topic

#newnormal, #corona, #covid19, #pasar

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?