Trending Topic
Bioskop di DKI Jakarta Diizinkan Buka Kembali, Perhatikan Hal Ini Sebelum Nonton Bioskop

8 Jul 2020


(Foto: Pexels)
 

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi (Parekraf) DKI Jakarta mengizinkan pembukaan bioskop di masa perpanjangan PSBB transisi yang berlangsung mulai tanggal 6 hingga 16 Juli 2020.

Ketetapan itu didasari oleh Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 2020.

"Bidang pariwisata yang beroperasi pada perpanjangan fase I masa transisi, hiburan dan rekreasi mulai tanggal 6 Juli-16 Juli 2020, bioskop, produksi film, penyelenggaraan pertunjukan/nobar di ruang terbuka," dikutip dari SK tersebut.

Akan tetapi, Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Parekraf DKI menyatakan pembukaan bioskop ini masih bersifat uji coba. Para pengelola bioskop pun masih melakukan persiapan menjelang beroperasi kembali.

"Jadi gini ya, untuk pembukaan bioskop ini agak unik karena ada faktor lain seperti stok film, jadi kita sudah ngobrol sama asosiasi film paling nggak mereka 14 hari untuk persiapan, makanya kita buka dari sekarang. Mungkin mereka baru bisa bukanya 14 hari kemudian dari SK ini," ujar Cucu seperti yang dikutip dari detik.com.

Sesuai dengan SK, pembukaan bioskop disertai dengan protokol kesehatan dan mensyaratkan penandatanganan pakta integritas di lokasi yang bisa dilihat oleh pengunjung.

Sejumlah protokol kesehatan yang wajib dipatuhi adalah memberdayakan pekerja di bawah usia 45 tahun, mewajibkan pekerja dan pengunjung mengenakan masker, melakukan disinfektasi area bioskop, menyediakan fasilitas cuci tangan, membatasi kapasitas penonton bioskop sebesar 50%.

Selain itu, bidang usaha hiburan yang dimaksud dalam SK tersebut juga harus menyediakan tempat sampah khusus APD, melakukan pemeriksaan suhu kepada seluruh pihak, dan menerapkan self-assessment.

Bagi pengunjung bioskop diwajibkan untuk melakukan pembatasan jarak fisik minimal satu meter, didorong untuk menggunakan transaksi non tunai, diminta menerapkan etika kala batuk atau bersin, menjaga kebersihan, dan tetap menjaga jarak antara satu dengan yang lain.

Pandu Riono, pakar epidemiologi berpendapat pelaksanaan operasional bioskop harus disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kalau diterapkan protokol 3M, pakai masker-menjaga jarak-mencuci tangan, risiko penularan rendah tapi tidak terlalu rendah, karena di ruang tertutup jadi sirkulasi udaranya perlu dipastikan bagus," ungkapnya.

Pandu menyebutkan AC yang ada di dalam bioskop harus dipasang filter untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik.

“Biasanya di AC-nya tuh ada filter, jadi di setiap AC kan sudah dipasangin filter virus namanya HEPA (High-Efficiency Particle) filter. Itu di rumah sakit juga dipakai kok untuk ruang isolasi COVID," tuturnya.

Pandu menyarankan agar tiket menonton bioskop sebaiknya hanya dijual secara online, sehingga pihak pengelola bisa memantau dan membatasi jumlah penonton. Selain itu, pengelola harus memastikan para pengunjung patuh terhadap protokol kesehatan.(f)
 


BACA JUGA:
Kuatkan Usaha Anda di Tengah Krisis COVID-19 dengan Cara Ini
Mulai Sekarang Pakai Kantong Plastik di Jakarta Bisa Kena Denda 25 Juta Rupiah. Ini Dia Aturan Lengkapnya
Mendikbud, Nadiem Makarim, Wacanakan Pembelajaran Jarak Jauh Permanen Usai COVID-19. Setujukah Anda?



 


Topic

#newnormal, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?