Trending Topic
Cara Belanja Aman di Pasar Tradisional

17 Jul 2020


Foto: Shutterstock

 
Pasar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan dibukanya pasar, perekonominan daerah diharapkan kembali meningkat.

Akan tetapi pasar yang kembali dibuka, justru menjadi lokasi penyebaran COVID-19. Di Jakarta contohnya ratusan kasus positif COVID-19 ditemukan pada puluhan pasar ibu kota. Kasus terbaru yaitu 41 pedagang di pasar Cempaka Putih Jakarta Pusat dinyatakan positif COVID-19 melalui pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Jumlah pedagang positif COVID-19 di Jakarta paling banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi) mencatat, ada 273 pedagang di 43 pasar DKI Jakarta yang dinyatakan positif COVID-19.

"Pedagang teridentifikasi Covid-19 mencapai 1.053 orang, tersebar di 190 pasar di 80 kabupaten/kota dan 26 provinsi. DKI masih menjadi provinsi dengan kasus tertinggi," ujar Reynaldi Sarijowan, Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, seperti dikutip dari Kompas.com.

Oleh karena itu, panduan mengenai protokol kesehatan di pasar telah ditetapkan oleh pemerintah guna mencegah dan mengendalikan COVID-19. Sasaran panduan tersebut ditujukan kepada pengelola, pedagang, pekerja dan juga pengunjung.

dr. Reisa Broto Asmoro, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19  mengingatkan kepada para pembeli harus memastikan kondisi fisik yang sehat sebelum ke pasar. Selain itu, tentukan terlebih dahulu barang yang ingin dibeli. Selanjutnya, ia berpesan untuk membawa tas belanja dari rumah. Ini bermanfaat untuk mengurangi pemakaian kantong plastik.

"Yang paling penting sebelum kita ke pasar adalah kita harus dalam keadaan sehat, wajib memakai masker, membuat catatan tentang rencana perbelanjaan guna mempersingkat waktu dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain,” jelas dr. Reisa.

Menurut dr. Reisa, pengelola dan pekerja pasar wajib menyediakan tempat cuci tangan atau wastafel dan sabun. Fasilitas ini tidak hanya di depan pintu masuk, tetapi juga tersedia di berbagai blok sudut pasar agar dapat dijangkau oleh pengunjung.

Para pedagang juga wajib memakai masker, memakai sarung tangan saat bertransaksi, jaga jarak saat berada di dalam pasar, dan menjaga kebersihan masing-masing kios atau lapak.

Pemeriksaan suhu tubuh sudah menjadi kewajiban di tempat umum, tidak terkecuali di pasar. Pengunjung dan pedagang yang diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli di pasar adalah mereka yang memiliki suhu tubuh dibawah 37,3 derajat celcius. Orang dengan kondisi kurang sehat, dianjurkan tidak masuk pasar dan beristirahat di rumah.

Arif Nasrudin, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Jakarta, menjelaskan bahwa pengelola pasar telah bergerak cepat untuk menerapkan protokol kesehatan, serta meningkatkan kedisiplinan agar masyarakat sadar dan peduli terhadap COVID-19.

Peran pengelola pasar dalam penertiban kedisiplinan masyarakat memang sangat dibutuhkan, misalnya menerapkan sistem dua arah di area tangga, serta mengawasi pergerakan pengunjung di pintu masuk dan pintu keluar pasar.

Tidak ketinggalan, setiap pedagang maupun pengunjung pasar harus disiplin patuhi protokol kesehatan. "Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, ketika berinteraksi. Apalagi, menaik turunkan masker dengan tangan yang kotor. Ingat, cuci tangan atau gunakan hand sanitizer setelah bertransaksi,” ujarnya.

Menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan ketat akan menekan potensi penyebaran COVID-19. "Biasakan semua disiplin memberlakukan protokol kesehatan khususnya di pasar. Mari, kita terapkan kebiasaan baru  menjadi kebudayaan baru yang bersih dan sehat sehingga kita semua selalu produktif dan aman dari pandemi COVID-19," tutur dr. Reisa.(f)
 



BACA JUGA:
Milenial, Generasi Paling Tidak Optimis Pada Kondisi Ekonomi Dalam Krisis COVID-19
Bisnis Berdampak Sosial Lebih Disukai, Ini Manfaatnya Bagi Bisnis Anda
Mendikbud, Nadiem Makarim, Wacanakan Pembelajaran Jarak Jauh Permanen Usai COVID-19. Setujukah Anda?

 
 

 


Topic

#newnormal, #corona, #pasar,

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?