Trending Topic
COVID-19 Masih Ada di Sekitar Kita. Jangan Asal Pakai Masker, Ini Cara yang Benar

14 Jul 2020


Foto: Pexels
 


Masker sudah menjadi barang wajib yang harus dikenakan setiap bepergian. Inilah salah satu protokol kesehatan yang harus dipenuhi sejak krisis COVID-19 melanda.

Tetapi, jangan asal menggunakan masker, ada tata cara penggunaan masker yang benar supaya efektif mencegah penularan virus SARS-CoV2 penyebab COVID-19.

dr.Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional mengatakan memakai masker dengan cara yang tepat dapat menekan peluang penularan lebih dari 50 persen.

Penggunaan masker dengan tepat perlu memperhatikan beberapa hal. dr. Reisa menyarankan untuk mencuci tangan sebelum memakai masker. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Bila air dan sabun tidak tersedia, gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol.

Berikut ini adalah cara mengenakan masker yang benar menurut dr. Reisa.

1. Pasang masker menutupi mulut dan hidung. Pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.

2. Hindari menyentuh masker saat digunakan, terutama bagian depan masker.

3. Ganti masker kain yang sudah dikenakan selama empat jam atau jika masker yang dipakai basah atau lembab.

4. Untuk membuka masker, lepaskan secara perlahan dari belakang dengan hanya menyentuh bagian talinya menjauhi wajah dan pakaian.

5. Simpan atau buang masker dengan benar.

Untuk masker satu kali pakai, segera buang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Untuk masker kain, masukkan ke dalam kantong yang terpisah dari barang bawaan yang lain. Sesampai di rumah, segera cuci dengan deterjen.

6. Bawalah beberapa masker saat bepergian supaya dapat segera diganti jika diperlukan.
 
Pemakaian masker dengan cara yang benar akan efektif menangkal COVID-19 jika kita juga disiplin dengan protokol kesehatan yang lain, seperti menjaga jarak aman dan rajin mencuci tangan.

Sementara itu, masker terdiri dari dua jenis. Pertama, masker medis.

“Ini adalah masker bedah atau masker N95, masker yang ditujukan untuk keperluan medis. Misalnya, untuk tenaga kesehatan, orang sakit, dan orang yang merawat orang sakit menggunakan masker medis ini,” ujar dr. Reisa.

Kedua, masker nonmedis atau masker kain. Masker semacam ini sudah cukup untuk melindungi dalam aktivitas normal sehari-hari selama digunakan dengan benar.

“Masker kain yang direkomendasikan adalah masker yang memiliki tiga lapisan kain,” terangnya.

Tiga lapisan masker nonmedis terdiri dari lapisan dalam berupa bahan penyerap seperti, katun; lapisan tengah berupa bahan tanpa tenun, seperti polipropilena; dan lapisan luar berupa bahan yang tidak mudah menyerap air seperti, polyester atau campuran polyester.

dr. Reisa berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar. “Dengan demikian kita segera bisa putus rantai penularan COVID-19. Mari berupaya agar pandemi dapat segera kita lalui. Kita pasti bisa,” pungkasnya.(f)
 



BACA JUGA:
239 Ilmuwan Temukan Bukti Penularan COVID-19 Melalui Udara
147 Calon Vaksin COVID-19 Sedang Dikembangkan, 18 Di Antaranya Masuk Uji Klinis
Milenial, Generasi Paling Tidak Optimis Pada Kondisi Ekonomi Dalam Krisis COVID-19

 
 

 


Topic

#masker, #newnormal, #corona

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?