Trending Topic
Jawaban Mendikbud Nadiem Makarim Seputar Sekolah Selama Pandemi COVID-19

16 Jun 2020



Dok. Shutterstock



Selama kurang lebih 4 bulan, kegiatan belajar mengajar di sekolah berubah karena adanya pandemi COVID-19. Dan memasuki tahun ajaran baru, membuat banyak orang tua dibuat bingung apa yang akan terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah ini. 

Pasalnya memang, dengan dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ada wacana sekolah akan kembali dibuka. Sementara di sisi lain, sebagian orang tua enggan mengirimkan anak mereka untuk belajar di sekolah karena khawatir akan terpapar virus corona. 

Selain itu, tersebar pula isu yang mengatakan bahwa tahun ajaran baru akan dimulai pada Desember 2020. Ini berkaitan dengan saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk menghindari paparan virus corona yang masih ada di sekitar kita. 

Menjawab kekhawatiran dan isu-isu yang tersebar di masyarakat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, menyampaikan beberapa poin yang perlu diketahui seputar proses belajar mengajar di sekolah ini. Berikut yang disampaikan Nadiem dalam sesi virtual press conference pada Senin, 15 Juni 2020 lalu  :

1. Dalam penjelasannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak mengubah kalender pembelajaran. Maka, tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada bulan Juli 2020.

2. Dijelaskan oleh Nadiem, bahwa saat ini sekitar 94 persen populasi peserta didik Indonesia berada di zona kuning, oranye dan merah, serta hanya 6 persen lainnya yang berada di zona hijau. Mendikbud pun menyampaikan bahwa daerah yang masuk dalam kategori Zona Hijau dari virus corona sudah diperbolehkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sementara daerah Zona Kuning, Zona Oranye dan Zona Merah tetap belajar dari rumah. 

"Tapi sekolah tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperbolehkan karena merasa masih belum cukup aman ke sekolah. Murid ini diperbolehkan belajar dari rumah," tutur Nadiem perihal kegiatan belajar di sekolah bagi murid di daerah zona hijau.

3. Dibukanya sekolah akan dilakukan secara bertahap. Tahapan I, pembelajaran tatap muka dilakukan mulai dari tingkat SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, Mts dan Paket B. Sedangkan pada Tahapan II pembelajaran tatap muka dimulai untuk tingkat SD, MI, Paket A dan SLB. Dan di Tahapan III adalah PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal. 

Kembali diingatkan oleh Nadiem, bahwa apabila daerah zona hijau terjadi peningkatan risiko penyebaran COVID-19, maka sekolah wajib ditutup kembali. 
 
4. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap melakukan protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak minimal 1.5 meter dan maksimal 18 murid per kelas. Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) hanya memperbolehkan lima peserta didik per kelasnya. Sedangkan PAUD harus menerapkan jaga jarak minimal 3 meter dengan maksimal 5 murid per kelas. (f)



BACA JUGA :
Begini Protokol Kebiasaan Baru untuk Aktivitas Jual Beli di Pasar
Saran dr Reisa Broto Asmoro untuk Mengurangi Risiko COVID-19 saat di Kendaraan Umum
5 Kebiasaan Baik Yang Harus Dipertahankan Selama New Normal



 


Topic

#Corona, #NewNormal, #Sekolah, #NadiemMakarim

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?