Trending Topic
Menyiapkan Masyarakat Aman COVID-19 dan Produktif

10 Jun 2020

Masyarakat di Indonesia masih terdampak pandemi, tidak hanya soal kesehatan, tapi juga dampak sosial dan ekonomi. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat oergerakan manusia berkurang, namun ini tidak bisa berlangsung selamanya. Di satu sisi, masyarakat harus dapat kembali berativitas dan produktif agar sosial dan ekonomi tetap berjalan baik, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

 


Foto: Pexels.com


Pemerintah pun mulai mengajak masyarakat untuk hidup dalam era new normal atau istilah yang mudah dipahami sebagai adaptasi kebiasaan baru. Adaptasi ini menjadi syarat mutlak agar ekonomi dan sosial tetap berjalan, namun masyarakat tidak terpapar COVID-19 sebelum ditemukannya vaksin COVID-19. 

Menyikapi dampak pandemi di sektor ekonomi, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTTPC19), Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kegiatan ekonomi dan sosial tidak bisa serta merta dibuka secara langsung. Pemerintah daerah perlu melakukan tahapan-tahapan menuju masyarakat aman dan produktif. 

“Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menuju masyarakat aman COVID-19 dan produktif,” ujar Prof. Wiku dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (8/6).

Pertama adalah tahap prakondisi. Ia menyampaikan bahwa tahapan awal yang dilakukan oleh tiap daerah adalah melakukan prakondisi dengan memberikan informasi yang holistik, jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat. Informasi tersebut antara lain mengenai pencegahan dan penanganan COVID-19. Penyampaian informasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak melalui sosialisasi dan komunikasi publik yang efektif. 

Kedua adalah tahap timing. Tahapan yang menentukan tentang waktu kapan suatu daerah dapat dimulai aktivasi sosial ekonomi dengan memperhatikan data epidemiologi, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan, kesiapan organisasi dan manajemen di daerah, serta memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ketiga adalah tahap prioritas. Tahapan ini dilakukan untuk memilih daerah atau sektor yang dapat dipulihkan kegiatan sosial-ekonomi secara bertahap dengan dilakukan simulasi agar kegiatan tersebut dapat berkelanjutan.

Keempat adalah tahap koordinasi pusat dan daerah. Tahapan ini penting dimana terjadi konsultasi timbal balik, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sinergis dalam pengambilan keputusan.

Kelima adalah tahap monitoring dan evaluasi. Tahapan pengawasan, pengendalian, serta evaluasi dari pelaksanaan, dari pemulihan aktivitas sosial-ekonomi. 

“Kami ingin menyampaikan, mengenai monitoring dan evaluasi peta risiko daerah. Sebagai contoh, untuk daerah zona hijau atau tidak terdampak, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk kabupaten-kota yang tidak terdampak. Adapun perubahan data dari 102 kabupaten-kota menjadi 92 kabupaten-kota tidak terdampak,” ujar Prof. Wiku. (f)


Baca Juga: 
Kembali Beraktivitas, 7 Barang Ini Wajib Ada dalam Tas
Bepergian Keluar Kota dengan Transportasi Umum di Masa New Normal, Ada Syaratnya
Bersiap Kembali Masuk Kantor, Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Di Tempat Kerja dan Perjalanan Agar Terhindar dari COVID-19


 

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#corona, #covid19, #newnormal

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?