Trending Topic
Michelle Obama Mengaku Depresi Karena Isu Rasisme

7 Aug 2020


Foto: instagram @michelleobama44
 
Michelle Obama, mantan ibu negara Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa dirinya mengalami depresi ringan, perasaan yang mungkin dialami banyak orang di tahun yang sulit ini. Hal tersebut diungkapkannya dalam episode kedua “The Michelle Obama Podcast”.

Sepintas Michelle mungkin tampak sebagai sosok yang tangguh. Namun berbagai peristiwa yang terjadi silih berganti, mulai dari isu rasisme hingga pandemi global COVID-19, rupanya memengaruhi semangat hidup istri dari mantan presiden AS Barrack Obama tersebut.

“Saya sadar telah mengalami depresi ringan. Bukan hanya karena karantina, tetapi juga perselisihan berlatar ras dan segala kemunafikan yang terjadi. Itu membuat saya putus asa,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Michelle selama tinggal di Gedung Putih, menjalani rutinitas harian secara teratur adalah kunci untuk tetap waras hadapi segala hal. Itu sebabnya ia dan suami berusaha disiplin menjalani rutinitas selama karantina. Salah satunya tetap berolahraga.

Walaupun demikian, ia masih tetap merasakan emosi yang naik turun. “Depresi ini juga timbul karena melihat gelombang protes dan kerusuhan yang didasari isu rasisme, sesuatu yang menghantui AS sejak negara ini lahir. Terbangun dengan berita-berita tentang pelanggaran hak asasi orang kulit hitam dan bagaimana pemerintah merespon adalah beban yang tak saya rasakan sebelumnya,” terang Michelle.

Menurut Michelle selalu ada tanda perlakuan rasis di AS jika mengamati sistem peradilan kriminal, jaminan kesehatan dan ekonomi, hingga reaksi beberapa orang saat suaminya terpilih sebagai presiden AS.

“Saya merasa sakit hati saat menyadari orang-orang yang berbagi bumi sebagai tempat berpijak masih belum memandang kami sebagai manusia,” ungkapnya. Michelle berpendapat diskusi tentang ras harus dibangun di antara tetangga maupun rekan sejawat demi membentuk visi yang sama untuk negara.

Dalam podcastnya ia juga menyoroti para pekerja sektor tertentu yang tetap harus bertugas di tengah pandemi, seperti pekerja medis, supermarket, dan logistik. Michelle frustasi melihat orang-orang yang bahkan tak mau sedikitpun “berkorban” dengan cara mengenakan masker atau diam di rumah.

Oleh sebab itu ia memandang penting pemberian dukungan terhadap pekerja di sektor tersebut dan pemerataan kesejahteraan AS. “Pikirkanlah siapa yang terdampak dalam pandemi ini dan bagaimana mengatasi masalahnya,” pungkas Michelle.(f)
 

BACA JUGA:

Jangan Abaikan Ancaman Krisis Iklim Di Tengah Pandemi COVID-19
Mencari Peluang Ekspor untuk UKM di Tengah Pandemi COVID-19
Jangan Hanya Ikutan Foto Hitam Putih, Ini Tujuan Sebenarnya Aksi Challenge Accepted yang Ramai di Media Sosial

 


Topic

#depresi, #kesehatanmental, #rasisme, #michelleobama, #obama, #newnormal, #covid19

 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?